3 Tips Penting dalam Pemasangan Keramik Batu Alam

Pemasangan keramik batu alam kurang lebih prosesnya sama dengan pemasangan keramik pada umumnya. Sehingga dalam proses pemasangannya kurang lebih menggunakan cara yang sama dengan permasalahan-permasalahan yang hampir sama.

Perbedaan yang mendasar dari kedua jenis keramik ini ada pada bahan dasar dari keramik, yang mana keramik batu alam terbuat dari batu alam seluruhnya yang di poles menggunakan alat khusus sehingga mempunyai permukaan yang mengkilap. Sedangkan keramik yang umum kita jumpai berbahan dasar tanah liat.

Penting untuk mengetahui masalah-masalah yang sering muncul setelah pemasangan keramik, yang sering terjadi di antaranya pemasangan keramik yang kurang rapi, tumbuhnya jamur pada nat, keramik yang terangkat, keramik pecah, dll. Sebelum terjadi hal-hal yang demikian, maka perlu memperhatikan beberapa tips dalam pemasangan keramik, dalam hal ini pemasangan keramik batu alam.

Tips Dalam Pemasangan Keramik Batu Alam

Dalam Proses Pemasangan Keramik Batu Alam Pada Lantai, harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

– Pilihlah Nat yang Baik

Hal yang perlu diperhatikan pertama kali sebelum proses pemasangan keramik batu alam adalah memilih nat yang baik. Dulu orang menggunakan adukan semen biasa untuk mengisi nat, namun adukan seperti ini terbukti kurang baik dan memungkinkan tumbuhnya jamur. Sehingga untuk nat (grouting) gunakan bahan khusus, bahan ini mengandung plimer. Jadi mampu menahan air yang memungkinkannya mencegah tumbuhnya jamur.

– Memulai dari Depan

Dalam memasang keramik batu alam agar rapi sebaiknya dimulai dari depan rumah, yaitu dari pintu depan dan kemudian bergerak kearah belakang rumah. Tujuannya adalah agar keramik yang utuh dipasang di depan sedangkan potongan keramik dipasang di belakang. Namun jika anda ingin memasang ubin dengan pola khusus atau simetris, mulailah pemasangan dari tengah ruangan.

– Mencegah Ubin Pecah/ Meledak

Tidak jarang ditemui dalam pemasangan keramik tiba-tiba terangkat dan pecah dengan suara keras, seolah-olah meledak atau lebih sering disebut popping. Popping umumnya terjadi di lantai dua atau lebih. Ini karena pergerakan struktur di lantai tersebut lebih besar yang menyebabkan posisi ubin menjadi lebih tidak stabil. Sehingga jika dipasang sembarangan ubin akan terdorong ke atas dan lepas.

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *